Begini Cara Agar Alat Berat Tidak Bikin Macet Ruas Tol

gergaji mesin

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggunakan taktik lain untuk memperlancar lalulintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kemenhub, Bambang Prihartono menerangkan, kecuali membikin profesi proyek di Jalan Tol Japek dijalankan bergantian dan memegang angkutan barang yang dapat melalui, Kemenhub juga mengerjakan pelimpahan proyek pada dua kontraktor untuk berkolaborasi.

Hal ini dijalankan untuk meminimalisir mobilitas alat berat yang awam mondar-mandir dipakai untuk profesi proyek di Jalan Tol Japek.

“Proyek tak lagi overlap. Tak boleh dilakukan di satu spot, satu daerah dalam satu waktu. Malahan tadi telah ada sebagian pelimpahan profesi,” kata ia di Gedung Karsa Kementerian Perhubungan, Jakarta Sentra, Selasa (27/11/2018) lalu.

Baca Juga: mesin steam

Dia mencontohkan, profesi pembuatan gardu di proyek kereta kencang yang dilakukan PT Wijaya Karya, dapat dilakukan oleh PT Waskita Karya yang yaitu kontraktor proyek tol layang Jakarta-Cikampek yang kebetulan lokasi proyeknya berdekatan.

“Contohnya pembangunan gardu oleh KCIC Jakarta-Bandung, diserahkan pekerjaannya dengan Waskita yang sedang bangun elevated. Jadi tak ada mobilisasi alat,” tambah ia.

Dia menerangkan, seandainya tak ada mobilisasi alat berat dari proses proyek karenanya jalanan tol akan kian lancar.

Skema yang akan dijalankan untuk pelimpahan proyek yang telah dijalankan KCIC pada Jakarta Tol Elevated adalah pihak KCIC Jakarta-Bandung tinggal membayar pembangunan gardu terhadap pihak Waskita Karya yang menjadi kontraktor Jakarta Tol Elevated.

“Bila ada dua kontraktor kan ada dua mobilisasi alat. Nanti oleh Waskita tinggal bayar saja. Jadi KCIC bayar saja ke Waskita. Itu di Cikunir, kilometer 10 ya, ini taktik, jadinya tak ada lagi mobilisasi alat berlebihan di satu daerah yang menyebabkan gangguan samping,” terang ia.

Bambang mengatakan sistem ini yaitu sistem yang pas untuk mengejar sasaran penyelesaian proyek tanpa semestinya mengganggu arus lalulintas di Jalan Tol Japek.

“Kemudian juga ada profesi yang tumpang tindih antara KCIC dan Waskita, telah dituntaskan duluan. KCIC duluan, di Cikunir juga. Habis itu baru masuk Waskita. KCIC kan kencang, ia tanggal 2 Desember udah selesai kok,” kata ia.

Lebih lanjut dikala ditanya mengenai apakah para kontraktor dari tiga proyek di Jalanan Japek adalah LRT Jabodebek, Kereta Pesat Jakarta-Bandung, dan Tol Japek Elevated, Bambang mengatakan segala pihak menyetujui skema ini.

“Telah (sependapat), kan tiap-tiap rapat mereka ada segala. Kita juga udah ajak bicara. Malahan komplit dengan Pak Menteri,” kata ia.

Sementara itu sebagai isu, sesudah sebelumnya Kementerian Perhubungan memberikan keputusan untuk menghentikan semua proses proyek di Tol Japek Kilometer 11-17. Kebijakan hal yang demikian memperoleh kritikan dari beragam pihak termasuk para kontraktor.

Dari beragam usulan yang diterima, walhasil rincian dari taktik proses proyek diubah menjadi dilakukan secara bergiliran. Maksudnya adalah proses proyek di Japek kini dilarang untuk dilakukan oleh kontraktor di satu spot dalam waktu yang beriringan.

 

Baca Juga: gergaji mesin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *