Sabtu Libur Sekolah, Asal Benahi Pengajaran

sabtu libur sekolah

Alasan yang mendasari libur sekolah pada Sabtu agar lebih banyak waktu siswa ajar untuk berkumpul dengan keluarganya. Dengan demikian itu, ada interaksi kepribadian dan dapat juga bertamasya supaya perekonomian lebih bagus.

Kepala Sekolah internasional di Jakarta, Andar Rujito, tidak mempermasalahkan jikalau kebijakan Sabtu menjadi hari libur bagi siswa. Tapi, ia memandang perlu penataan pada dunia pengajaran.

“Bagi aku tak situasi sulit lima hari masuk, Sabtu libur. Asal kurikulum dikoreksi, sarana prasaran juga, dan yang tidak keok penting mutu pengajaran ditingkatkan,” katanya dijumpai, belum lama ini.

Menurutnya, kurikulum yang digunakan untuk sekolah ketika ini masih memberatkan siswa ajar. Ia memberi teladan, sekolah internasional di Jakarta yang notabene kualitasnya lebih unggul justru menggunakan kurikulum yang ringan.

“Pembelajaran kok hingga 16, itu memberatkan. Sebagian sekolah internasional cuma delapan pembelajaran,” tuturnya.

Akhirnya, pengaplikasian kurikulum yang berat itu cuma merajai sedikit ilmu di banyak aspek. Hal itu kurang tepat sasaran sebab yang dipelajari tak semuanya diimplementasikan.

“Anda lihat berkeinginan masuk perguruan tinggi, kedokteran, teknik, arsitek, pertanian, dan sebagainya itu tesnya sama. Ini perlu dibereskan supaya sinkron,” ucapnya.

Sarana dan prasarana juga wajib mendukung. Tak segala sekolah mempunyai sarana dan prasana yang memadai untuk pengaplikasian lima hari masuk sekolah. Semacam juga dengan mutu pelajaran yang digunakan oleh energi ajar. Sumber kekuatan manusia dari energi ajar juga menjadi kunci keberhasilan pelajaran.

“Seberapa jauh porsi yang diberi pada si kecil setara antara akademik dan nonakademik,” ujarnya.

Misal, kata ia, jikalau dipaksa lima hari, dan belajar akademik hingga pukul 15.00 atau 17.00 WIB, pasti pendidik maupun siswa akan terasa keberatan.

“Dalam teori ada batas kecakapan si kecil mendengar dan mencerna pembelajaran. Kian lama kian berkurang, jangan-jangan pembelajaran kimia jam tiga petang tidur segala muridnya,” ujarnya.

Semacam juga energi ajar, stamina dan sistem yang dipraktikkan berbeda antara satu guru dengan lainnya.

“Guru apabila ngajarnya hanya ngomong saja ya bosan muridnya. Jika telah demikian itu, si kecil ajar tak fokus, cuma memandang waktu kapan selesai pembelajaran,” paparnya.

Untuk itu, Andar tidak mempermasalahkan kebijakan lima atau enam hari masuk sekolah. Tapi, mutu pelajaran itu yang harusnya lebih dahulu dibereskan sebelum menerapakan kebijakan hal yang demikian.

“Lama tetapi membosankan, terang tak berkwalitas. Sejenak tetapi berkwalitas jauh lebih bagus dalam memanfaatkan waktu,” tandasnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *