Industri Percetakan Mulai Kepincut Trek Online

Industri Percetakan Mulai Kepincut Trek Online
Mencontoh sektor lainnya, industri percetakan malah tidak berharap tertinggal memanfaatkan euforia era komputerisasi. Penggunanya sekarang dapat mengerjakan pengorderan lewat online. Hal itu coba disodorkan sebuah layanan bernama PrintQoe, yang diklaim sebagai online printing B2B pertama di Indonesia. Kelebihan layanan ini yaitu kesanggupan menjawab keperluan print on-demand dan variable printing secara real time.

Baca juga : Digital printing

Sehingga mempermudah perusahaan mengerjakan pelaksanaan cetak bermacam-macam macam dokumen tanpa seharusnya datang ke lokasi pencetakan. “Revolusi komputerisasi memungkinkan pebisnis untuk menerima order printing dari mana saja dan kapan malah. Lewat kemitraan dengan PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI), kami berharap para printing partner tumbuh bersama kami, lewat satu platform online printing adalah PrintQoe,” ujar Sahat Sihombing, Presdir PT Astragraphia Xprins Indonesia, dalam keterangannya.

Berdasarkan Smithers Pira (2017), pasar industri printing global diperkirakan akan tumbuh menempuh $ 980 miliar di 2018, dimana pertumbuhan dipacu dengan meningkatnya demand kepada komputerisasi printing. Pasar komputerisasi printing malah disebut akan tumbuh dua kali lipat dari 9,5% di 2008 menjadi 19,7% di 2018. Tidak cuma dipermudah dengan dapat secara seketika meng-unggah dokumen yang berharap dicetak, lewat layanan PrintQoe pengguna juga dapat memantau pelaksanaan printing sampai finishing-nya secara real time dimana saja dan kapan saja, tanpa mewajibkan datang ke lokasi pencetakan. Sejauh ini layanan ini telah cakap menjangkau 514 kota dan kabupaten di Indonesia.

 

 

Baca juga yang lainnya : Digital printing jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *