Penjualan Apartemen Yang Sangat Positif

Selama ini kecenderungan masyarakat Indonesia untuk membeli rumah tapak masih lebih besar dibanding apartemen di Jakarta barat dan rumah susun. Salah satu penyebabnya ialah paradigma bahwa memiliki hunian, sebaiknya rumah tapak sebab dapat lebih dimaksimalkan pada kemudian hari.

Melainkan, seiring perkembangan zaman, pemikiran hal yang demikian mulai berubah sebab situasi dan kecakapan masing-masing. Banyak orang berdaya upaya bahwa kenaikan harga rumah tak berimbang dengan bertambahnya penghasilan mereka.

Menurut itu membikin pembelian apartemen mengalami peningkatan dalam sebagian tahun baru-baru ini ini sebab diukur lebih relatif murah dan pantas dengan gaya hidup yang kian praktis. General Manager Sales Maria Manik mengatakan, dari survei yang dijalankan, masyarakat mulai mendapatkan ketidakhadiran apartemen dengan pelbagai fasilitas sehingga kian banyak yang membelinya.

“Beriringan data kami, kini penjualan apartemen mulai meningkat, naik sekitar 3 persen. Artinya, apartemen mulai diterima,” ujar Maria dikala ditemui di Jakarta. Sedangkan dengan itu, ia menambahkan, ada popularitas berkurangnya penjualan rumah tapak walaupun tak signifikan. Tetapi demikian, ia tak menceritakan angkanya.

Melainkan, hal berbeda datang dari laporan Colliers International Indonesia. kuartal ketiga tahun 2018, penjualan apartemen strata menampilkan situasi melambat, termasuk di Jakarta. Senior Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto menuturkan pada, pengembang merivisi sasaran penjualan dengan menurunkan pasokan unit apartemen baru menjadi 19.883 unit.

Sebelumnya ditargetkan suplai unit baru dapat menempuh 25.410 unit sampai akhir tahun ini. Salah satu penyebabnya sebab situasi makro-ekonomi Tanah Air yang kurang bagus sehingga memunculkan sentimen negatif bagi para pengembang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *