Sekolah yang Belum Kirimkan Hasil UN Dihimbau Pemerintah

Hingga Rabu ini masih ada sebagian Sekolah Menengah Atas yang belum juga mengirimkan hasil poin sekolahnya ke pemerintah sentra. Walaupun pantas dengan standar operasional prosedur (SOP), pengiriman hal yang demikian sudah menempuh batas akhir.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pengajaran Nasional, Mansyur Ramly, menyatakan seluruh provinsi sudah menyerahkan poin sekolah mereka. Cuma saja pengiriman hal yang demikian belum semuanya komplit. Ada sebagian sekolah yang masih belum mengirimkan.

Untuk itu, Ramly minta supaya pemerintah provinsi langsung mengirimkan poin sekolah yang belum masuk hal yang demikian. Pengiriman diperpanjang hingga hari ini. “Aku telah menyurati Gubernur dan Bupati atas nama Pak Menteri, minta mereka untuk langsung mengirimkan poin sekolah yang belum juga hingga di tangan kami,” ungkapnya terhadap wartawan.

Penyelenggara UN tingkat provinsi berkoordinasi dengan pemerintah sentra untuk mengirimkan poin sekolah via perangkat lunak yang tersambung di antara keduanya. Untuk level Sekolah Menengah Pertama diinginkan telah mengirimkan poin sekolahnya satu pekan sebelum UN berlangsung.

Pembobotan dikerjakan sesudah sekolah mengirimkan poin mentah siswa-siswinya seusai menjalankan Ujian Sekolah (US). Pembobotan ini dikerjakan oleh pemerintah sentra, bukan oleh pemerintah provinsi. “Jadi sekolah yang belum juga mengirimkan poin sekolahnya akan rugi sendiri. Sekiranya poin sekolah tak dikirim, karenanya tak dapat dievaluasi. Skor UN mereka tak keluar,” tambah Mansyur.

Secara teknis, Member Badan Standar Nasional Pengajaran, Mungin Eddy Wibowo menyajikan UN utama level SMA akan dilakukan pada 18-21 April 2011. UN susulan akan dilakukan pada 25-28 April 2011. Sementara untuk tingkat SMP, UN akan dilakukan serentak dengan UN susulan tingkat SMA. UN susulan tingkat SMP dilaksamakan pada 3-6 Mei 2011.

Penyelenggaraan UN ini menghabiskan dana sebesar 587 milyar, termasuk di dalamnya UN kesetaraan. Sebanyak 353 milyar dihabiskan untuk penyelenggaraan UN tingkat SMA, SMK, dan SMP dan seterajat yang ditanggungjawabkan oleh provinsi. Untuk pengawasan tingkat SMA, SMP dan sederajat yang dipertanggungjawabkan oleh perguruan tinggi menghabiskan dana sebesar 67 milyar.

Meskipun UN Sekolah Dasar (SD) yang patut diurus oleh pemerintah provinsi, dibantu biayanya sebesar 62 milyar dari sentra. Ujian kesetaraan yang dikerjakan sebanyak dua gelombang membutuhkan tarif sebesar 68 milyar. Sisanya sebanyak 37 milyar diterapkan untuk menjalankan koordinasi dan sosialisasi UN ke sentra dan ke tempat.

Untuk sebagian tempat yang letaknya susah dijangkau telah dikerjakan pendistribusian soal. Segala ini dikerjakan supaya tak ada keterlambatan dalam penyelenggaraan UN nantinya, kata Mansyur. Pendistribusian ini dikawal oleh polisi, mulai dari percetakan sampai ke sekolah.

Ada 5 paket soal ujian yang akan dikasih terhadap siswa dan satu paket cadangan. Dalam pengerjaan UN nanti, kata Mungin, pengawas dipinta untuk memberikan perintah terhadap siswa dalam menjawab soal. Siswa juga dipinta untuk memeriksa soal dan lembar jawaban terutamanya dulu supaya tak terjadi perbedaan kode antara lembar jawaban dan soal.

“Pengawas wajib menentukan tak ada soal yang kurang, tak terbaca atau keliru. Jikalau itu dikerjakan sebelum jam ujian diawali. Apabila ditemukan soal yang tak komplit, pengawas lantas melapor pada penyelenggara untuk mengambil soal cadangan,” ungkap Muning. di tingkat SMP dan SMA ada 5 paket soal, tingkat SD cuma mempunyai 1 paket soal.

Lebih dari 10 juta siswa-siswa yang meniru UN kali ini yang tersebar di lebih dari 200 ribu sekolah/madrasah. Jumlah SMA dan sederajat yang melakukan UN tahun ini berjumlah 25.656 dengan sempurna siswa 2.442.599. Untuk tingkat SMP dan sederajat terdapat 47.369 sekolah dengan jumlah peserta 3.716.317. Sekolah Dasar dan sederajat yang menyelenggarakan UN sebanyak 161.317 dan sempurna siswa yang meniru sebesar 4.249.367 orang.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *